Saturday, November 8, 2008
Siri 2 ( Pendirian Islam Terhadap Penglibatan Wanita Dalam Sektor Umum )
Al Quran telah menjelaskan beberapa kisah yang secara langsung berlaku kepada kaum wanita, antaranya :
( a ) Isteri firaun meminta supaya firaun tidak membunuh budak lelaki yang dihanyutkan di dalam sungai ( Nabi Musa a.s ) di sebabkan emak Nabi Musa a.s takut Baginda akan dibunuh, firman Allah SWT
Maksudnya : “Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; "Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan men- jadikannya (salah seorang) dari para rasul # Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir'aun yang akibatnya dia menja- di musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Ha- man beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah # Dan berkatalah isteri Fir'aun: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedang mereka tiada menyadari “ Surah al Qashaas, ayat 7 – 9
( b ) Penglibatan kaum wanita dalam memberi pandangan dalam masyarakat Nabi Syuaib a.s.
Firman Allah SWT
Maksudnya : “ Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia men- jumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat at begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya # Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, ke- mudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku # Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami." Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu # Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya “ Surah al Qashaas, ayat 23 - 26
( c ) Kerajaan Saba’ yang dipimpin oleh Ratu Balqis yang mana beliau menerima cadangan daripada pembesarnya untuk mengamalkan system syura.Mereka mengambil iktibar daripada firaun yang mementingkan pendapat peribadi dan menolak pandangan rakyat.
Firman Allah SWT
Maksudnya : “Berkata ia (Balqis): "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia # Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang # Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri # Berkata dia (Balqis): "Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku) # Mereka menjawab: "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan # Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat # Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu “ Surah an Naml, ayat 29 – 35
Monday, November 3, 2008
Siri 1 ( Pendirian Islam Terhadap Penglibatan Wanita Dalam Sektor Umum )
Wanita merupakan di antara aset yang terpenting dalam pembangunan sebuah Negara.Ianya tidak dapat dinafikan bahawa mereka juga berperanan dalam menggerak jentera bagi memastikan kaum mereka tidak ketinggalan dalam arus globalisasi.
Ini dibuktikan oleh kaum wanita di zaman Nabi SAW yang mana mereka berperanan dalam bidang pentadbiran, perniagaan dan pendidikan.
• Saidatina Khadijah r.a sendiri yang merupakan jutawan pada ketika itu yang memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Nabi SAW dalam mengurus perniagaannya.
• Saidatina Aisyah r.a merupakan pendidik bukan sahaja untuk kaum wanita, malah beliau beberapa kali di datangani oleh sahabat – sahabat lelaki untuk mendapat pandangan dan penjelasan.
• Asma’ binti Abu Bakar r.a yang sanggup merentasi padang pasir yang panas terik untuk memberi makanan kepada ayahnya sendiri dan Nabi SAW semasa hijrah Nabi SAW ke Madinah Munawwarah.
Oleh yang demikian, sejarah tidak dapat menafikan keterlibatan secara langsung kaum wanita untuk berganding bahu dengan kaum lelaki seiring dengan perintah Allah SWT dan peraturan – peraturan yang terdapat dalam Syariat Islamiah.
Pun begitu, walaupun berperanan besar bersama kaum lelaki tetapi mereka menjaga batas – batas dan adab – adab pergaulan sepertimana yang dijelaskan di dalam al Quran dan pesanan daripada Nabi SAW.
Jika di perhatikan pada masa kini, musuh Islam cuba untuk menimbulkan keraguan dan melemparkan tuduhan terhadap umat Islam sendiri khususnya kepada kaum wanita di antaranya :
( a ) Islam mendiskriminasikan kaum wanita
( b ) Tidak mengiktiraf kedudukan kaum wanita
Justeru dapat dilihat mereka menuntut beberapa perkara yang besar tehadap kaum wanita antaranya :
( a ) Pembebasan wanita
( b ) Wanita setaraf dengan lelaki
Dengan tegasnya, Islam menjelaskan prinsip – prinsip dan pendirian terhadap kaum wanita, Islam tidak pernah sama sekali mendiskriminasikan kaum wanita bahkan memberi hak yang adil kepada mereka berdasarkan al Quran dan as Sunnah.
Wednesday, October 22, 2008
Mesir !! Juga Bumi Para Wali
Keunikan Tamadun Mesir telah mendapat perhatian daripada pelancong - pelancong dari luar untuk melawat ke tempat - tempat tersebut bagi melihat sendiri keajaiban yang wujud di Mesir.
Tetapi, bagi mereka yang mempunyai asas agama Islam yang kuat, semangat untuk menjejaki para wali berkobar - kobar kerana di sana ada keberkatan jika berkesempatan ke Mesir.
Antara maqam ( tempat persemadian ) para wali di Mesir
" Maqam Sheikh Soleh Ja'fary "
Justeru, jika berkesempatan ke Mesir janganlah lupa menziarahi maqam para auliya dahulu sebelum ke tempat - tempat yang lain, mudah - mudahan kita tergolong di dalam golongan as Solihiin,,,Amin
Sunday, October 12, 2008
Tuesday, October 7, 2008
Salam Aidilfitri
Kepada sahabat - sahabat yang mengenali saya,,,
SELAMAT HARI RAYA AIDILFITRI, MAAF ZAHIR & BATIN
daripada kami sekeluarga,,
,,Eid Saed,,
Sunday, September 21, 2008
Terusan Suez ,,, antara sumber ekonomi negara Mesir
Fayyum ,,, kawasan pertanian & perindustrian
Beberapa gambar kawasan yang terdapat di kawasan " Fayyum "
Siri 6( Pengajaran Daripada Sejarah & Dakwah Para Rasuk Ulul Azmi )
Memerintahkan kaumNya melihat kejadian alam semesta
Maksudnya : " Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? # Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian # Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? " Surah Nuh, ayat 13 – 15
Maksudnya : " Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita? # Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya # kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya # Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan # Supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu " Srurah Nuh, ayat 16 – 20
Maksudnya : " Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kamu Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: "Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman) # Maka dia mengadu kepada Tuhannya: "bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku ) # Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah # Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemu- lah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan # Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku # Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai belasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh) # Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? # Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku " Surah al Qamar, ayat 9 -16
Friday, September 19, 2008
" Kristal Asfour " , tarikan ke Mesir
Tidak dinafikan kristal yang dijual menarik nafsu pengungjung kerana pelbagai reka - bentuk dan saiz kita dapati, dan harga bermula dari RM 10 hingga RM berpuluh - puluh ribu,,,
Jadi, bila berpeluang ke sana janganlah lupa ke " Kristal Asfour " dan bila nak beli tu bepada - pada lah ya,,,
Wednesday, September 17, 2008
Siri 5 ( Pengajaran Daripada Sejarah & Dakwah Para Rasuk Ulul Azmi )
Berulang – ulang dan Istiqamah dalam berdakwah
Maksudnya : " Nuh berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang # Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran) # Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat # Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan # Kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam # Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun " Surah Nuh, ayat 5 – 10
Walaupun mendapat tekanan daripada kaumNya, Baginda tidak berputus asa dalam urusan dakwah menyeru kaumNya mengEsakan Allah SWT.Bahkan Baginda memohon pengampunan ke atas kaumNya daripada Allah SWT, firman Allah SWT
Maksudnya : " Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun # Nescaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat # Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai " Surah Nuh ayat 10 – 12
As Syahid Syed Qutb berkata : Nabi Nuh a.s telah melaksanakan semua wasilah dalam berdakwah, menzahirkan dakwah Baginda dan merahsiakan pada suatu ketika.Firman Allah SWT
Maksudnya : " Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan # Kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam " Surah Nuh, ayat 8 – 9
Sunday, September 14, 2008
Kasih kepada " seorang anak "
" Anak Penyejuk Mata "
Selalu kita dengar ungkapan ini.Tapi sejauh mana kita dapat menghayati sepenuhnya ungkapan ini.
Maka, ingatlah pesanan Rasulallah SAW : " Semua anak yang baru dilahirkan berada di dalam keadaan fitrah ( suci ), maka tanggungjawab ke atas ibupa mendidik dan menjaga mereka "
Justeru, sedarlah bahawa mendidik mereka adalah satu amanah yang amat besar agar mereka menjadi generasi yang berguna pada masa yang akan datang supaya mereka mampu memperjuangkan agama Islam yang suci ini..
Siri 4 ( Pengajaran Daripada Sejarah & Dakwah Para Rasuk Ulul Azmi )
Manhaj Nabi Nuh a.s dalam melaksanakan dakwah
1. Merahsiakan dakwah pada permulaan, menzahirkan pada akhirnya
2. Tidak memperdulikan ejekan daripada kaumNya dan orang yang memperolokkanNya
3. Bersikap lembut dan menyukai mad'u
4. Menggabungkan antara dakwah dan pebuatan ( amali ) sepertimana Nabi Nuh membuat kapal
5. Memperingati manusia tentang nikmat Allah SWT dan hari pembalasan
6. Berdakwah kepada orang kafir selepas putus asa daripada mereka
7. Mengambil risiko untuk memisahkan antara anak dengan bapa dalam jalan dakwah
Maksudnya : " Nuh berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku " Surah al Mukminun , ayat 26
Maksudnya : " Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku # Maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku " Surah as Syu'araa,ayat 117 – 118
Maksudnya : " Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami) # Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal " Surah Huud, ayat 38 – 39
Maksudnya : " Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia # Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar " Surah Fushshilat, ayat 34 – 35
Saturday, September 13, 2008
Sedarlah Wahai Sahabat Azhari Sekalian !!!
Salam Ukhuwwah kepada semua sahabat yang mengenali diri saya ( khususnya sahabat - sahabat Azhari/Azhariah )
Ingatlah !! tugas dakwah Islamiah adalah amanah yang besar ke atas kita..
Selaku pelajar agama, sudah pasti kita faham akan amanah ini dan saya tidak perlu mengulas secara panjang lebar..Tidak guna kita didik dengan pengetahuan Islam yang banyak, tetapi tidak berani menyatakan KEBENARAN...
Justeru, harapan yang besar kepada sahabat - sahabat Azhari/Azhariah sekalian agar SEDAR akan tuntutan ini dan masyarakat memerlukan kita untuk membimbing mereka..
Kita sebagai golongan agamawan, usahlah takut dan gentar dengan KEBATILAN..janganlah kita menjadi seorang insan yang DAYUS mempertahankan KEBENARAN,,,
Sekian,,salam ukhuwwah
Wednesday, September 10, 2008
Sunday, September 7, 2008
Siri 3( Pengajaran Daripada Sejarah & Dakwah Rasul Ulul Azmi )
Kaum Nabi Nuh a.s
Maksudnya : " Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan " Surah Huud, ayat 37
Agama kaum Nabi Nuh a.s
1. Wadda
2. Suwa'a
3. Yaghus
4. Yagut
5. Nasra
Saturday, September 6, 2008
Makam Imam Sya'fie r.a
Wednesday, September 3, 2008
Siri 2 ( Pengajaran Daripada Sejarah & Dakwah Rasul Ulul Azmi )
Maksudnya : " Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh " Surah al Ahzab ayat 7
1. Surah al 'Araf
2. Surah Yunus
3. Surah Huud
4. Surah al Anbiya'
5. Surah al Mukminin
6. Surah as Syura
7. Surah al Ankabut
8. Surah as Shafat
9. Surah al Qamar
10. Surah Nuh
1. Baginda adalah utusan Allah dan risalah yang dibawa oleh Baginda.
2. Manhaj @ method dalam melaksanakan dakwah.
3. Pendirian Baginda terhadap kaumNya.
4. Sabar dan cara – cara untuk menghadapi tekanan.
5. Iqab @ denda terhadap mereka yang ingkar.
· Baginda seorang hamba yang bersyukur.
· Ibn Kathir : الشكور - melaksanakan ke semua perkara ketaatan samada dengan percakapan, perbuatan dan iqrar.
Mukjizat ( Al Quran )
MUQADDIMAH
Al Quran merupakan kitab suci dan mukjizat, diturunkan oleh Allah SWT ke atas Rasulallah SAW melalui Malaikat Jibril pada hari Baginda dilantik menjadi rasul akhir zaman.Pada masa yang sama al Quran merupakan panduan hidup muslim di atas muka bumi.
Pada masa yang sama kita menyakini bahawa al Quran merupakan satu kebenaran yang datang daripada Allah SWT dan mukjizat ( perkara yang tidak mampu akal memikirkan dan mendapatinya ).Mukjizat yang diturunkan kepada para nabi dan rasul mengikut kesesuaian dan keadaan pada masa itu.
Contoh – contoh lain :
( a ) Nabi Isa a.s
· Boleh menyembuh penyakit : sopak, buta dan menghidupkan yang mati dengan izin Allah
· Dilahirkan tanpa bapa
· Boleh bercakap semasa Baginda masih kecil
Firman Allah SWT
Maksudnya : “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi # Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup # Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka # Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali ” Surah Maryam, ayat 30 – 33
( b ) Nabi Ibahim a.s
· Api menjadi sejuk ketikamana namrud mengarahkan Baginda di bakar kerana menyeru dan mengajak menyembah Allah SWT.
Firman Allah SWT
Maksudnya : “Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim ” Surah al Anbiyaa’, ayat 69
Dijelaskan bahawa mukjizat yang diberikan kepada nabi terdahulu adalah bersifat حسية ( yang boleh dilihat, tidak melambangkan ketingganya ) , adapun mukjizat yang diberikan kepada Rasulallah SAW bersifat معنوى ( dibaca pada setiap zaman dan kurun, menceritakan perkara – perkara ghaib ) kerana al Quran itu adalah untuk ditutur, diselidik serta ianya menerangkan hukum – hukum yang terdapat di dalam Syariat Islamiah.Selain daripada itu, Allah SWT memberi jaminan akan sendiri menjaga kesucian al Quran sepetrtimana firmanNya
Maksudnya : “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya ” Surah al Hijr, ayat 9
Adapun mukjizat nabi – nabi terdahulu adalah untuk kaum dan zaman mereka sahaja, berbanding dengan al Quran diguna pakai bermula zaman Rasulalallah SAW sehinggalah ke hari kiamat.Al Quran memiliki darjatnya yang tinggi di sisi Allah SWT kerana manusia dan makhluk yang lain tidak mampu untuk mengetahui perkara – perkara yang terkandung di dalamnya jika tidak dijelaskan oleh Rasulallah SAW.
Sesungguhnya al Quran itu diturunkan untuk membawa kebenaran dan memerangi kebatilan, ianya merupakan hujjah AllahSWT ke atas makhlukNya, dan hujjah Nabi SAW dalam risalahNya, rujukan dalam semua perkara dan ianya merupakan jalan yang lurus tidak ada ragu baginya kerana ia adalah dialog Allah SWT kepada manusia.
Sabda Nabi SAW
روى الترمذى بسنده عن على بن أبى طالب رضى الله عنه ، وكرم وجهه فى الجنة أنه قال : (( سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ستكون فتن كقطع الليل المظلم ، قلت : يا رسول الله وما المخرج منها ؟ قال : كتاب الله تبارك وتعالى فيه نبأ من قبلكم ، وخير ما بعدكم ، وحكم ما بينكم ، هو الفضل ليس بالهزل ، من تركه من جبار قصمه الله ، ومن ابتغى الهدى فى غيره أضله الله ، هو الحبل الله المتين ، ونوره المبين ، والذكر الحكيم ، والصراط المستقيم ، وهو الذى لا تزيع به الأهواء ، ولا تلتبس به الألسنة ، ولا تتسعب معه الاراء ، ولا يشبع منه العلماء ، ولا يمله الأتقياء ، ولا يخلق على كثرة الرد ، ولا تنقضى عجائبه ، وهو الذى لم تنته الجن اذ سمعته أن قالوا انا سمعنا قرانا عجبا يهدى الى الرشد ، من علم علمه سبق ، ومن قال به صدق ، ومن حكم به عدل ، ومن عمل به أجر ، ومن دعا اليه هدى الى صراط مستقيم ، خذها اليك يا أعور ))
Justeru, kita tidak dapat menafikan kebenaran dan kelebihan al Quran dengan kitab – kitab suci para nabi sebelum ini.Al Quran mengingatkan manusia akan perkara yang telah berlalu ( baik @ buruk ), semassa dan akan datang yang berkaitan dengan seluruh kehidupan manusia di dunia.
Allah SWT menjamin kesucian al Quran dan kitab yang sempurna sepertimana firmanNya
Maksudnya : “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun ” Suah az Zumar, ayat 23